Peraturan Pemerintah No 27 tahun 2011 tentang Pemindahan ibukota Kabupaten Kerinci dari Sungai Penuh ke kawasan Bukit Tengah di Kecamatan Siulak yang baru-bari ini diterbitkan, sama sekali tidak mengatur soal lahan yang akan dijadikan sebagai pusat perkantoran harus merupakan tanah hibah.

Ini tentunya bertolak belakang dengan kenyataan yang ada selama ini. Dimana, kawasan Bukit Tengah selama ini disebut-sebut telah dihibahkan warga, sehingga ditetapkan sebagai ibukota Kabupaten Kerinci yang baru. Bahkan pada PP No 27 pasal 3 disebutkan, pendanaan yang diperlukan untuk pemindahan ibukota Kerinci dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kerinci.

Bupati Kerinci sering kali dan bahkan di setiap kunjungan ke desa-desa menyampaikan bahwa lokasi Ibukota Kabupaten merupakan tanah hibah dari masyarakat, kendala mulai menguak ketika pelaksanaan Peletakan Batu Pertama Kantor Bupati Kerinci yang semula terletak di puncak bukit tengah harus dipindakan jauh ke bawah, tepatnya ditanah kepemilikan Buati Kerinci sendiri, sedangkan lokasi semula telah dipagar dan ditanami dengan pohon pisang oleh masyarakat.

Isyu yang berkembang bahwa dalam perjanjian Bupati Kerinci dengan masyarakat adalah setiap tanah dilokasi yang dihibahkan 2/3 untuk lokasi pembangunan pusat perkantoran sedangkan yang 1/3 diberikan kembali kepada pemilik.

Yang menjadi masalah dan dipertanyakan oleh masyarakat 1/3 tanah yang dihibahkan itu diambil dari mana dan dimana lokasinya …… ????

Kemudian pelaksanaan pemberian hibah ini juga disinyalir adanya tukar guling antara tanah hibah yang 2/3 bagian tersebut dengan jatah CPNS bagi keluarga pemilik ….. benarkah ini ataukah hanya sekedar hembusan politik ……… ??? kita tunggu saja jawabannya akan datang sendiri ………….. semoga

Gubernur Jambi Hasan Basri Agus secara resmi membuka Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci (FMPDK) ke-10 Tahun 2010 di Danau Kerinci, Desa Sanggaran Agung, Kerinci, Jambi, Rabu (27/10). Festival ini akan diselenggarakan hingga 31 Oktober mendatang.

Hadir dalam acara pembukaan antara lain Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Iptek Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Titin Sukarya, Ketua TP PKK Provinsi Jambi, Hj Yustiana Hasan Basri, Bupati Kerinci H Murasman, Direktur dan staf Dirjen Tangkap Kementrian Kelautan dan Perikanan, para bupati/walikota se-Provinsi Jambi dan provinsi tetangga serta tidak ketinggalan Anggota DPRD Propinsi Jambi Hj. Djasri Murni Fauzi (Istri Mantan Bupati Kerinci H. Fauzi Siin) dan tim kesenian dari kabupaten se-Provinsi Jambi.

Pembukaan FMPDK itu dimeriahkan dengan sajian Tari Naik Niti Mahligai, yang memperagakan penari yang berjalan di atas pecahan kaca, berjalan di atas cawan yang di atasnya ada telor ayam, namun telor ayamnya tidak pecah, berjalan di atas papan yang ditancapkan paku dan bambu runcing, seorang penari duduk bersimpuh di atas kertas, kemudian penari menaiki kertas kemudian dipindahkan dengan kertas tersebut, namun kertas tersebut tidak koyak, berjalan di atas mata dua bilah pedang dan tubuhnya ditekan dengan tombak runcing, namun tidak luka, serta berjalan di atas bara dan api dan memadamkan api menggunakan telapak tangan. Selain itu, disajikan juga Tari Masang Pukat oleh Sanggar Seni SMA 1 Danau kerinci dan drum band SMP N 1 Gunung Kerinci, serta penampilan pawai budaya dari 12 kecamatan dalam Kabupaten Kerinci.

Bupati Kerinci, H Murasman, berharap dengan FMPDK dapat meningkatkan ekonomi rakyat dari sektor pariwisata. dikatakan Murasman “Sektor pariwisata Kerinci selama ini hanya dikenal sebagai unggulan, sehingga diharapkan dapat meningkat statusnya menjadi peminat“.

Staf Ahli Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Titin Sukarya, mengaku gembira melihat FMPDK dapat bertahan hingga sekarang sejak digagas Menteri Pariwisata Marzuki Usman, 10 tahun silam. “Aset wisata Kerinci sangat melimpah, hanya tinggal bagaimana membuat orang tahu yang dimiliki Kerinci ini,” katanya. Ia juga mengatakan “betapa cintanya saya kepada kerinci, sejak pelaksanaan 10 tahun silam, saya telah menyempatkan diri sebanyak empat kali datang ke Kerinci“.

Menurut mantan Karo Humas Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata itu, Indonesia memiliki modal kuat dalam mengembangkan pariwisata. Hingga saat ini pariwisata di Indonesia cukup berkembang. Jumlah wisatawan mancanegara di Indonesia pada 2008 mencapai 6 juta orang, meningkat 16,4 persen dari tahun sebelumnya.

Sementara itu Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus, menyatakan “Danau Kerinci punya kelebihan, sehingga sayang bila tidak dikembangkan. Pemprov Jambi sangat mendukung pelestarian seni, budaya dan pariwisata di Kerinci“. selanjutnya ia juga meminta “agar disbudpar provinsi berkoordinasi dengan Pemkab Kerinci dan Pemkot Sungai Penuh dalam pengembangan pariwisata di daerah ini,” tandas mantan bupati Sarolangun itu.
Guna mendukung pembangunan kepariwisataan Kerinci, Pemprov Jambi akan memperbaiki kondisi ruas-jalan Bangko – Sungai Penuh. Terbukti, pada APBD-P 2010 telah dianggarkan dana perbaikan jalan tersebut sekitar Rp 2,8 milyar, dan tahun depan, 2011, pemprov akan menganggarkan dana sekitar Rp 100 milyar.

Gubernur menyadari bahwa infrastruktur jalan yang rusak menuju/akses Kabupaten Kerinci merupakan masalah yang sangat mendasar bagi masyarakat Kerinci, karena dengan kondisi jalan yang tidak bagus, sangat sulit bagi masyarakat Kerinci untuk meengembangkan usaha ekonomi dan usaha pengembangan kepariwisataan. Untuk itu, gubernur menegaskan bahwa ia sangat concern dengan perbaikan jalan di seluruh Provinsi Jambi, termasuk jalan menuju Kerinci, sembari mengatakan bahwa pada tahun 2011, perbaikan infrastruktur jalan merupakan prioritas utama pembangunan Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.

Gubernur juga menuturkan bahwa “pembangunan PLTA Kerinci direncanakan dan diharapkan akan bisa dimulai pada tahun 2011, yang juga merupakan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kerinci dan Kota Sungai Penuh.”


Beberapa waktu lalu (12/5-2010), Bupati Kerinci melakukan peletakan Batu Pertama SMK 2 RSBI Kabupaten Kerinci di Desa Mukai Tinggi Kecamatan Siulak.

SMK 2 RSBI ini direncanakan mempunyai 7 jurusan yang diharapkan setelah lulus para siswa bisa berhasilguna, siap pakai dan dapat terjun langsung di tengah-tengah masyarakat dalam rangka menghadapi tuntutan pekerjaan di masa mendatang.

Di antara program/jurusannya adalah :

1. Agribisnis Ternak Ruminansia

2. Agribisnis Sumberdaya Pertanian

3. Agribisnis Pengelolaan Teknologi Pengolahan Hasil (TPH).

4. Teknik Komputer dan Informatika

5. Teknik Otomotif

6. Teknik Arsitektur

7. Tata Busana

Diharapkan Bupati Kerinci “dengan kondisi saat ini antara SMK dan SMU masih terdapat perbandingan 30 % : 70 %, ke depan ditargetkan akan mencapai 60 % SMK : 40 % SMU.

Setelah mendapatkan rekomendasi dan persetujuan dari Pimpinan DPRD, Bupati Kerinci H. Murasman telah mengutus Kabag Administrasi Pemerintahan Umum dan Kabag Hukum Setda Kerinci menyampaikan usulan Pemindahan Pusat Pemerintahan Kabupaten Kerinci dari Kota Sungai Penuh ke Bukit Tengah Mukai Tinggi Kecamatan Siulak.
Sebelumnya dalam seminar sehari yang dilaksanakan oleh Bappenas bertempat di Ruang Pola Kantor Bupati Kerinci diambil kesepakatan bersama peserta Seminar dengan nama “Kerinci”.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kota Otonom Sungai Penuh di Propinsi Jambi dalam lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari UU tersebut menyatakan Calon Ibukota berlokasi di Renah Pemetik Kecamatan Air Hangat.
Mengingat lokasi tersebut terlalu jauh, maka sebagai alternatif telah dilakukan penelitian oleh Tim Kajian dari Bappenas yang (dikatakan) Independens. Sedangkan Renah Pemetik itu sendiri belum dilakukan kajian “apakah masih laik atau tidak”.
Mudah-mudahan dengan penempatan lokasi Ibukota Kabupaten Kerinci di Bukit Tengah ini akan memperpendek jangkauan masyarakat sehingga memudahkan aksessibilitas masyarakat, semoga ……………..

Selama 2 (Dua) Hari tanggal 10 dan 11 Desember 2009, Tim Independen melakukan Uji Kepatutan dan Kelayakan (Fit and Proper test) guna mengisi Formasi Jabatan Struktural Eselon II Lingkup Pemerintah Kabupaten Kerinci sesuai Hasil Evaluasi Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2008 dan Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2009.
Sebanyak 25 (dua puluh lima) orang calon telah dilakukan uji kompetensi dan kemampuan berdasarkan Formasi Jabatan yang di sesuaikan dengan Latar Belakang Pendidikan dan Pengalaman Kerja. Diantara penekanan Fit Proper test ini adalah menitik beratkan kepada Komitmen serta Visi dan Misi calon pejabat terhadap Visi dan Misi Kabupaten Kerinci.
Tim Penilai di samping Sekretaris Daerah Kabupaten Kerinci juga hadir Prof. Dr. Aulia Tasman dan Dr. Armandelis yang merupakan Tim Independen dari Universitas Jambi.
Fit Proper Test ini diharapkan dapat memenuhi harapan Bupati dan Wakil Bupati Kerinci sesuai dengan Tupoksi masing-masing, nantinya setelah pejabat ini dilantik akan benar-benar mampu dan siap berpacu membangun Kabupaten Kerinci sebagaimana yang terus dilontarkan Bupati dan Wakil Bupati Kerinci di berbagai kesempatan atau acara, di mana setelah dilantik pada tanggal 4 Januari 2009 para pejabat telah dapat memulai start, mengingat tahun 2010 merupakan tahun pertama bagi geliat pemerintahan dan pembangunan. Karena tahun 2009 masih melanjutkan program pemerintah dan pembangunan kepemimpinan periode yang lalu.
Pada pembukaan Fit and Proper test ini Bupati Kerinci mengatakan “Setelah penyeleksian ini dilakukan, jika masih terdapat pejabat yang tidak dapat bekerja secara optimal, itu berarti tidak secara tidak langsung mereka sendiri yang menyisihkan diri dari jabatan yang diemban, Sekarang anda masih diberikan kesempatan untuk membuktikan diri, jadi jangan salahkan saya bila saudara di non aktifkan nantinya. mengingat masih banyak pejabat eselon III potensial yang menunggu giliran untuk menggantikan saudara-saudara”.

Oleh: atoatowae | 4 Januari 2010

Kerinci Pastikan Masuk Divisi II

Melalui perjalanan Panjang PS. Kerinci akhirnya mewujudkan impian masyarakat Kerinci untuk menjadi salah satu wakil Propinsi Jambi masuk dalam Kompetisi Devisi II PSSI setelah pada putaran terakhir pada Senin Sore menghempaskan Persipas Pangkal Pinang dengan skor 2 – 0 ( 1 – 0 ) dan Selasa sore menundukkan Juara Klasemen Rayon Jambi Persitaj Tanjung Jabung Barat dengan skor 1 – 0 ( 1 – 0 ). Kerberhasilan ini tidak terlepas dari peran Gelandang Serang berbadan Kecil dan lincah “Eko Puspito” (12) yang memborong semua gol di dua pertandingan tersebut.
Walau terseok di babak-babak penyisihan di rayon Jambi dan menduduki peringkat ketiga, namun dengan semakin serta pembinaan yang intensif dilakukan pelatih Julizar Alok, Asril dkk dibawah menejer Ade Utama, A.Md. (Anggota DPRD Kerinci yg sekarang menjadi Anggota DRPD Kota Sungai Penuh), sehingga pada putaran berikutnya berhasil pula menghempaskan Persirel Rejang Lebong dengan skor juga 2 – 0.
PS. Kerinci memainkan pola 4 – 4 – 2 dengan mengandalkan pertahanan yang kokoh bersama Ike Kurniawan dan Palan serta gelandang Eko Puspito dan Novendri serta penyerang handal Alex “messi”.
Ketua I Pengcab PSSI Kerinci “Drs. Hartono, M.Si” mengatakan kemenangan ini adalah kemenangan kita bersama antara Masyarakat Kerinci dan Kota Sungai Penuh” mengingat menejer, pelatih, official dan pemain berasal dan tergabung dari Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh serta keberhasilan ini juga tidak terlepas berkat dorongan dan do’a seluruh masyarakat Kerinci dan Kota Sungai Penuh.
Sebelum pertandingan dilaksanakan, Wakil Bupati Kerinci “H. Mohd Rahman” menyempatkan diri mengunjungi barak dan memberikan wejangan bagi pemain “Silakan anda bermain semaksimal mungkin dan berikan yang terbaik, sehingga mampu mewujudkan impian kita bersama”. (Anta_lun)

Hampir satu tahun penulis tidak lagi secara rutin menerbitkan tulisan karena berbagai kesibukan sebagai abdi negara dan abdi masyarakat.
Oleh karenanya, dari lubuk hati yang paling dalam, penulis menyampaikan permohonan maaf dan insya Allah dengan mencoba mencuri waktu disela-sela kesibukan itu, penulis akan terus mengisi tulisan dan artikel di webblog ini, semoga ……………….. dan terima kasih

Oleh: atoatowae | 28 Oktober 2009

Nafsu Besar Bokap Tuk Melumat Siti Tak Kesampaian

Bokap sangat bernafsu melumat siti di Lapangan Merdeka Sungai Penuh, tak tanggung-tanggung Penjabat Walikota Sungai Penuh, menganggap pergulatan ini sebagai suatu sarana dalam menggemakan Kota Sungai Penuh menjadi lebih dikenal masyarakat luar serta antara bokap dan siti merupakan sebuah keakraban dan keharmonisan yang dapat berjalan seiring.

Peristiwa itu terjadi setelah Walikota Sungai Drs. Hasvia, M.Tp membuka secara resmi Turnamen Sepakbola Usia diatas 40 Tahun yang dilaksankan pada hari Sabtu tanggal 24 Oktober 2009 bertempat di Lapangan Merdeka Sungai Penuh dalam rangka Hari Ulang Tahun Kota Sungai Penuh yang Pertama .

Pada kesempatan itu, Walikota mengatakan bahwa mengingat generasi tua lebih banyak dari pada generasi muda di wilayah kota Sungai Penuh yang mungkin disebabkan keberhasilan Keluarga Berencana yang selama ini telah diterapkan, maka pada peringatan Ulang Tahun kali ini kita akan melaksanakan Turnamen Sepakbola Khusus bagi generasi tua berusia lebih dari 40 Tahun.

Sebelumnya Ketua Panitia Pelaksanan Turnamen Julius Janid melaporkan bahwa peserta adalah berasal dari Kecamatan yang ada dalam wilayah Kota Sungai Penuh yaitu antara lain, Kecamatan Sungai Penuh, Kumun Debai, Tanah Kampung, Hamparan Rawang dan Pesisir Bukit.

Setelah acara pembukaan dilakukan pertandingan persahabatan antara Pemerintah Kota Sungai Penuh (Siti) dan Pemerintah Kabupaten Kerinci (Bokap). Pada pertandingan tersebut walikota melakkukan tendangan pertama dan langsung ikut bermain di Klub Siti bersama Asisten II Fitra Helmi, Kadis Perhubungan Chandra Purnama, Kepala Bappeda Amrizal Manan, Kadis Sosdukcapil Asri Ketua Koni Kota Ferry Siswadi dan pejabat kota lainnya, Sedangkan Bokap dipimpin oleh Kadis Pora Hartono dan Kabag Administrasi Pembangunan Sabrun.

Pada Babak pertama pertandingan dimenangkan oleh Bokap hasil tendangan langsung Juliadi dari luar Kotak Pinalti stelah mendapat umpan dari Naprizal, memang pada babak pertama Bokap mendominasi pertandingan hal terlihat dari serangan demi serangan terus berlangsung, bahkan Sabrun emndapatkan 4 kali kesempatan emas namun karena kondisi lapangan yang tidak mendukung kesempatan itu terbuang begitu saja.

Melihat kondisi ini, Siti mengganti beberapa pemainnya dan memasukkan pemain yang masih muda dan punya potensi seperti Jonfitman, Gope, Ade Utama, sehingga permainan menjadi berimbang, dan babak pertama berakhir 1 – 0 untuk bokap.

Pada babak kedua, kota mulai memasang strategi dengan memasukkan pemain muda dan tangguh lainnya seperti Yosrizal dan Hamdani, sedangkan bokap memasukkan Asril dan Iskandar , permainan menjadi lebih berimbang, serangan dilakukan kedua klub secara bergantian. Pada menit ke 55 Sabrun hampir saja menambah keunggulan tim bokap kalau tidak tendangannya yang keras menyentuh mistar dan kembali ke tengah lapangan.

Akhirnya Kota Sungai Penuh berhasil menyamakan kedudukan 1 – 1 pada menit ke 65 melalui Gope setelah mendapatkan umpat dari Yosrizal, dan hasil ini bertahan hingga wasit Surya Dharma membunyiak peluit panjang sebagai tanda berakhirnya pertandingan. (Anta_lun)

Oleh: atoatowae | 28 Oktober 2009

Pimpinan DPRD Kerinci Periode 2009 – 2014 Dilantik

Bertempat di Gedung DPRD Kerinci, pagi ini (21/10) Dewan Pimpinan yang masing-masing terdiri Ketua H. Liberty, Wakil Ketua Ibu Hj. Sa’adah dan Wakil Ketua Irmanto, S.Pd, MM dilantik oleh Ketua Pengadilan Negeri Sungai Penuh Baritha Saragih.

Melalui Sidang Pleno Terbuka DPRD Kabupaten Kerinci, Ketua Pengadilan Negeri Sungai Penuh Barita Saragih melantik Dewan Pimpinan DPRD Kabupaten Kerinci yang masing terdiri dari Ketua H. Liberty dari Partai Amanat Nasional (PAN), serta 2 (dua) Wakil Ketua yaitu Hj. Sa’adah Ramli dari Partai Golongan Karya dan Irmanto, S.Pd, MM dari Partai Demokrat.

Sebelum Pelaksanaan, Ketua Sementara DPRD Kerinci H. Liberty menyampaikan membuka acara dengan menyampaikan bahwa “Penentuan unsur pimpinan DPRD dilaksanakan melalui perhitungan suara yang telah dilakukan oleh KPU, dimana suara terbanyak akan langsung menduduki jabatan unsur pimpinan tersebut”, lanjutnya “untuk penentuan unsur kelengkapan lainnya akan dilaksanakan dalam waktu dekat, setelah acara pelantikan ini.

Sementara itu Bupati Kerinci H. Murasman dalam Sambutannya menyampaikan bahwa “dalam waktu yang sangat singkat di tahun 2009 ini telah menunggu beberapa kewajiban dari unsur pimpinan dan kelengkapan DPRD lainnya yang terdiri dari :
1. Pembahasan Laporan Keuangan Daerah (LKD) Tahun 2008,
2. Pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Kerinci Tahun 2008
3. Pembahasan Kebijakan Umum APBD Perubahan (KUA) dan Penetapan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD
Perubahan Tahun 2009.
4. Pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun 2009.
5. Pembahasan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Penetapan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Tahun 2010.
6. Pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun 2010.

Lebih lanjut Bupati juga mengatakan “bahwa dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab agar semua unsur pimpinan dan kelengkapan DPRD agar tidak saja menggunakan Intelegensia Quetion (IQ) tetapi juga memahami dan menerapkan Emotional Quetion (EQ) sehingga keduanya ini dapat bersinergi dalam setiap pengambilan keputusan dan kebijakan terutama dalam meraih keberhasilan Visi dan Misi Kabupaten Kerinci yaitu “Kerinci Sejahtera, Damai dan Agamis Berbasiskan Ekonomi Kerakyatan”.

Pemungkas dari acara ini adalah pembacaan do’a yang diimami langsung oleh H. Harmalis, S.Ag, M.Pd. Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten Kerinci (Anta_lun)

Dalam upaya go international, Tiga orang Guru berprestasi Kabupaten Kerinci telah membuktikan kehebatan mereka masing-masing, sehingga mampu menjalani seleksi di tingkat Propinsi Jambi, karena keberhasilan ini mereka diberangkatkan menuju New Zealand. Ketiga Guru tersebut terdiri dari PURNAWADI, S.Pd (SMAN 1 Gunung Kerinci), HERLIUS, S.Pd. (SMAN 1 Air Hangat) dan HADI SUTRISNO, S.Pd. (SMAN 1 Keliling Danau).
Di New Zealand, ketiga mereka akan mengikuti pelatihan secara intensif selama 3 bulan mulai dari tanggal 10 Agustus s/d 10 November 2009, pelatihan ini merupakan tindak lanjut kerjasama antara Pemerintah Propinsi Jambi dengan Whiteriea Community Polytechnic dalam rangka mengembangkan kategori sekolah di Propinsi Jambi menuju Sekolah Bertaraf Internasional.
Akankah ini akan membawa perubahan bagi dunia pendidikan di Kabupaten Kerinci ?

Tulisan Sebelumnya »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.