Gubernur Jambi Hasan Basri Agus secara resmi membuka Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci (FMPDK) ke-10 Tahun 2010 di Danau Kerinci, Desa Sanggaran Agung, Kerinci, Jambi, Rabu (27/10). Festival ini akan diselenggarakan hingga 31 Oktober mendatang.
Hadir dalam acara pembukaan antara lain Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Iptek Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Titin Sukarya, Ketua TP PKK Provinsi Jambi, Hj Yustiana Hasan Basri, Bupati Kerinci H Murasman, Direktur dan staf Dirjen Tangkap Kementrian Kelautan dan Perikanan, para bupati/walikota se-Provinsi Jambi dan provinsi tetangga serta tidak ketinggalan Anggota DPRD Propinsi Jambi Hj. Djasri Murni Fauzi (Istri Mantan Bupati Kerinci H. Fauzi Siin) dan tim kesenian dari kabupaten se-Provinsi Jambi.
Pembukaan FMPDK itu dimeriahkan dengan sajian Tari Naik Niti Mahligai, yang memperagakan penari yang berjalan di atas pecahan kaca, berjalan di atas cawan yang di atasnya ada telor ayam, namun telor ayamnya tidak pecah, berjalan di atas papan yang ditancapkan paku dan bambu runcing, seorang penari duduk bersimpuh di atas kertas, kemudian penari menaiki kertas kemudian dipindahkan dengan kertas tersebut, namun kertas tersebut tidak koyak, berjalan di atas mata dua bilah pedang dan tubuhnya ditekan dengan tombak runcing, namun tidak luka, serta berjalan di atas bara dan api dan memadamkan api menggunakan telapak tangan. Selain itu, disajikan juga Tari Masang Pukat oleh Sanggar Seni SMA 1 Danau kerinci dan drum band SMP N 1 Gunung Kerinci, serta penampilan pawai budaya dari 12 kecamatan dalam Kabupaten Kerinci.
Bupati Kerinci, H Murasman, berharap dengan FMPDK dapat meningkatkan ekonomi rakyat dari sektor pariwisata. dikatakan Murasman “Sektor pariwisata Kerinci selama ini hanya dikenal sebagai unggulan, sehingga diharapkan dapat meningkat statusnya menjadi peminat“.
Staf Ahli Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Titin Sukarya, mengaku gembira melihat FMPDK dapat bertahan hingga sekarang sejak digagas Menteri Pariwisata Marzuki Usman, 10 tahun silam. “Aset wisata Kerinci sangat melimpah, hanya tinggal bagaimana membuat orang tahu yang dimiliki Kerinci ini,” katanya. Ia juga mengatakan “betapa cintanya saya kepada kerinci, sejak pelaksanaan 10 tahun silam, saya telah menyempatkan diri sebanyak empat kali datang ke Kerinci“.
Menurut mantan Karo Humas Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata itu, Indonesia memiliki modal kuat dalam mengembangkan pariwisata. Hingga saat ini pariwisata di Indonesia cukup berkembang. Jumlah wisatawan mancanegara di Indonesia pada 2008 mencapai 6 juta orang, meningkat 16,4 persen dari tahun sebelumnya.
Sementara itu Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus, menyatakan “Danau Kerinci punya kelebihan, sehingga sayang bila tidak dikembangkan. Pemprov Jambi sangat mendukung pelestarian seni, budaya dan pariwisata di Kerinci“. selanjutnya ia juga meminta “agar disbudpar provinsi berkoordinasi dengan Pemkab Kerinci dan Pemkot Sungai Penuh dalam pengembangan pariwisata di daerah ini,” tandas mantan bupati Sarolangun itu.
Guna mendukung pembangunan kepariwisataan Kerinci, Pemprov Jambi akan memperbaiki kondisi ruas-jalan Bangko – Sungai Penuh. Terbukti, pada APBD-P 2010 telah dianggarkan dana perbaikan jalan tersebut sekitar Rp 2,8 milyar, dan tahun depan, 2011, pemprov akan menganggarkan dana sekitar Rp 100 milyar.
Gubernur menyadari bahwa infrastruktur jalan yang rusak menuju/akses Kabupaten Kerinci merupakan masalah yang sangat mendasar bagi masyarakat Kerinci, karena dengan kondisi jalan yang tidak bagus, sangat sulit bagi masyarakat Kerinci untuk meengembangkan usaha ekonomi dan usaha pengembangan kepariwisataan. Untuk itu, gubernur menegaskan bahwa ia sangat concern dengan perbaikan jalan di seluruh Provinsi Jambi, termasuk jalan menuju Kerinci, sembari mengatakan bahwa pada tahun 2011, perbaikan infrastruktur jalan merupakan prioritas utama pembangunan Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.
Gubernur juga menuturkan bahwa “pembangunan PLTA Kerinci direncanakan dan diharapkan akan bisa dimulai pada tahun 2011, yang juga merupakan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kerinci dan Kota Sungai Penuh.”
Komentar Terakhir